Wabah Covid 19 Berpengaruh Pada Perubahan Perilaku Konsumen

Wabah Covid 19 berpengaruh pada beberapa perubahan pada perilaku konsumen. Hal ini disebabkan karena terbatasnya mobilitas masyarakat untuk melakukan kegiatan yang biasa dilakukan sebelum pandemi.

Adanya pandemi Covid-19 menimbulkan banyaknya perubahan. Aktivitas di luar rumah dibatasi. Sebagian besar kegiatan dilakukan secara online. Akibatnya, perilaku masyarakat pun ikut berubah, termasuk dalam perannya sebagai konsumen.

Perubahan perilaku konsumen tidak hanya sebatas pada barang yang dibeli saja tetapi juga pada bagaimana konsumen mencari dan memesan barang tersebut. Perubahan ini diprediksi akan secara permanen membentuk perilaku dan kebiasaan baru bahkan setelah pandemi berakhir. 

Kehadiran COVID-19 begitu mengubah kebiasaan baru pada masyarakat. Terdapat banyak pergeseran serta perubahan perilaku konsumen yang terjadi setelah munculnya pandemi. Mulai dari kebiasaan kecil pada kehidupan sehari-hari hingga kebiasaan yang mengubah gaya hidup.

Perubahan perilaku konsumen saat ini tentu saja terjadi karena adanya dorongan dari perubahan kondisi yang memaksa mereka untuk beradaptasi dengan kondisi tersebut. Hal ini disebabkan karena konsumen pun membutuhkan waktu untuk melakukan penyesuaian kembali pada kebiasaan dan perilaku lama mereka. Konsumen tentu saat ini sudah terbiasa untuk berbelanja atau melakukan aktivitas dengan kontak fisik yang minim dan melakukan protokol kesehatan di mana saja karena masih belum merasa aman sejak hadirnya pandemi COVID-19.

Perilaku konsumen pada masa COVID-19 memungkinkan bertahan pada waktu yang panjang, untuk melakukan kebiasaan berbelanja konsumen harus melakukan penyesuaian kembali pada kebiasaan yang lama. Dalam masa pandemi pada masa sekarang banyak pelaku usaha harus memutar otak untuk mengubah strategi bisnisnya. Terutama dalam hal melakukan pembelian, berbeda dengan keadaan sebelum pandemi, kegiatan pembelian masyarakat lebih aktif.

Adanya COVID-19 berdampak besar bagi pola perilaku masyarakat khususnya pelaku konsumen. Media sosial mengubah perilaku konsumen dalam berbelanja selama pandemi, konsumen sangat cenderung menggunakan aplikasi belanja online atau yang biasa disebut dengan e-commerce.

Dampak COVID-19 terutama pada daya beli masyarakat cenderung menurun. Konsumen mengutamakan harga dan kebutuhan pokok seperti makanan dan produk kebersihan saat belanja. Masyarakat mulai membiasakan memasak sendiri dirumah dengan resep yang ada. Sikap seperti ini langsung di manfaatkan sebagai bisnis dengan membuka usaha kuliner, baik bahan yang sudah jadi maupun bahan baku yang tinggal di olah.

Keamanan menjadi hal yang utama pada masa pandemi seperti ini karena harus meminimalisir berhadapan langsung dengan orang lain. Masyarakat lebih memilih dengan melakukan transaksi secara online karena aman dan praktis tanpa harus melakukan kontak fisik dengan orang lain. Banyak konsumen membeli kebutuhan sehari-hari secara online, pelayanan yang cepat dan lebih mudah membuat konsumen beralih ke belanja online.


Nama: Restia Vembri Kinasih

NIM : 201010500470

Kelas : 02SMJP002

Prodi : Manajemen

Komentar